Indoswara – Bojonegoro – Sejumlah warga di Desa Wotangare kecamatan Kalitidu Bojonegoro mengeluh akibat bau kotoran hewan unggas di tempat penampungan milik warga sekitar.

MD salah satu warga terdampak akibat bau tak sedap dari kotaran hewan mengatakan, bau tak sedap itu berasal dari salah satu rumah warga bernama MN yang memiliki usaha penjualan hewan unggas di beberapa pasar tradisional di Bojonegoro.

Bau tak sedap itu kian parah ketika musim penghujan tiba, namun dimusim kemarau seperti saat ini bau tersebut tidak begitu menyebar ke lingkungan sekitar.

“Baunya menyengat. Apalagi kalau musik penghujan. Baunya menusuk hidung,” ungkap MD.

Bau kotoran unggas itu disebut MD telah berlangsung lama. Namun, para tetangga enggan menegur Sehingga keluhan mereka bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah desa sebelum musim penghujan tiba.

Sementra itu MN selaku pemilik kandang penampungan unggas mengatakan bahwa pihaknya selama ini tidak merasa mencemari lingkungan karna selama ini tidak ada warga sekitar yang menegurnya.

Ia juga menunjukkan ijin usanya, Tercatat Nomor Induk Berusaha yang ia miliki ditetapkan pada 22 Mei 2019 Yaitu dalam ijin perdagangan eceran hewan ternak.

“Usaha saya ada ijinnya. Dan selama ini belum pernah ada warga yang menegur saya soal bau kotoran,” ujarnya MN.

Sementara itu Kades Wotanngare, Yaci membenarkan ada keluhan warga perihal bau kotoran unggas dari salah satu warganya. Terkait hal itu, pihaknya masih menampung keluhan tersebut untuk dipelajari.

“Sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, tentu saya tampung semua keluhan. Saya masih pelajari (aduan) itu,” tegasnya. (mam/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.