Indoswara – Bojonegoro – Warga Desa Deling Kecamatan Sekar Bojonegoro mengeluhkan hasil proyek Open Devication Free (ODF) atau jambanisasi dari dana bantuan keuangan desa (BKD) Tahun 2021 Hingga kini belum bisa dimanfaatkan.

Salah satunya adalah Lasiran warga Dusun Ngampel Desa Deling Kecamatan Sekar Bojonegoro. Ia mengaku hingga kini ia dan keluarga tidak bisa memanfaatkan karna jamban yang di bangun tidak memiliki septic tank sehingga Ia terpaksa membeli buis beton yang nantinya akan dipasang untuk membuat septic tenk.

” kita terpaksa beli buis beton sebanyak lima buah seharga 140 ribu rupiah perunitnya karna pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak ada buis betonya untuk septic tank, harapan kita bantuan ini bisa kita manfaatkan”, ujar Lasiran

Hal senada juga diungkapkan oleh Paryono yang juga warga dusun Ngampel Desa Deling Kecamatan Sekar Bojonegoro. Ia mengaku hingga kini bangunan jamban dari pemerintah tidak dapat dimanfaatkan karna tidak memiliki septic tank

Bahkan ia mengaku lubang untuk septic tank tidak ada dan hanya ada penutup septic tank saja sehingga jika dilihat sekilas tidak ada masalah dalam pembangunan jamban yang berada dirumahnya.

“Kalau seperti ini kotoranya mau dikemanakan, kok aneh bangun jamban kok tidak ada sepitengnya tapi ada penutupnya saja,” ujar Paryono.

Sementara itu Kepala desa Deling Netty Herawati saat dikonfirmasi via Telepon mengatakan bahwa proyek pembangunan jamban dari dana BKD Tahun 2021 sebanyak 201 titik dengan anggaran sebesar Rp. 2.010.000.000 tersebar merata ke semua dusun di Desa Deling.

Ia mengaku bahwa proyek jambanisasi dari dana BKD Tahun 2021 ini tidak dikerjakan oleh rekanan  melainkan swakelola warga, dari 201 titik masing – masing dianggarkan 10 juta rupiah.

“Proyek jambanisasi dari anggaran BKD ini tersebar diseluruh dusun di Desa Deling dan dikerjakan swakelola oleh warga dan tidak dikerjakan oleh CV karna BKD kita berupa proyek jambanisasi bukan jalan desa yang membutuhkan aspal atau lainya,” ujar Netty Herawati.

Ia menambahkan dengan selesainya proyek jambanisasi ini juga telah dilakukan serah terima yang ditandai dengan tanda tangan warga penerima bantuan.

“Saya pikir dalam pengerjaan proyek ini sudah tidak ada masalah karna warga penerima juga telah tanda tangan serah terima bangunan sehingga dalam hal ini pembangunan jamban warga sudah selesai,” Tambah Netty.

Menanggapi keluhan warga ia mengaku aneh jika pembangunan jamban tidak memiliki sepiteng padahal pihak Desa dan Tim pelaksana telah menyukupi kebutuhan material.

“Kita kan tidak bisa mengawasi selama 24 jam sehingga monggo konfirmasi ke tukangnya langsung, toh ini juga sudah serah terima,” pungkas Netty Herawati. (mam/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.