INDOSWARA – BOJONEGORO – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Bojonegoro sore tadi (18/04/22) mengelar aksi demo di depan kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bojonegoro. Kedatangan puluhan mahasiswa ini guna menuntut kebijakan pemerintah yang menaikan harga kebutuhan ditengah Pandemi Covid 19 ini.

Menurut mereka pemerintah dalam mengambil keputusan dengan menaikan sejumlah harga kebutuhan pokok serta menaikan pajak tidak memihak kepada masyarakat, keputusan yang diambil pemerintah ini justru menyengsarakan masyarakat luas ditengah perjuangan memulihkan ekonomi mereka.

Mahasiswa menilai Pertamina yang merupakan perusahaan negara telah gagal menjalankan tugasnya dan membuat kebijakan tanpa memikirkan dampak dan solusi bagi seluruh elemen karna harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kian mahal.

Sementara itu kelangkaan dan naiknya harga minyak goreng akhir – akhir ini kian memperburuk perekonomian masyarakat, Menurut mereka seharusnya pemerintahan hadir untuk memberikan solusi yang mampu menstabilkan stok dan harga minyak, mengingat negara Indonesia menjadi salah satu penyumbang energi minyak sawit terbesar di dunia. Dari rangkaian kebijakan dan produk-produk hukum yang mengakomodasi perluasan izin sawit, membuat Indonesia jadi penghasil sawit terbesar di dunia.

aksi kami ini merupakan bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang tidak memihak masyarakat seperti Menolak kenaikan harga bahan bakar minyak, Menolak kenaikan harga bahan pokok, Menolak kenaikan PPN, Menolak pelarangan pembelian BBM menggunakan jerigen yang menyusahkan rakyat kecil serta Mendesak DPRD Bojonegoro untuk mengawal aspirasi mahasiswa”, ujar Hari Siswanto, ketua umum PMII Bojonegoro.(mam/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.