INDOSWARA – BOJONEGORO – Sidang lanjutan kasus Bantuan Oprasional Pendidikan (BOP) Taman Pendidikan Alquran (TPQ) selama pandemi Covid 19 di Kabupaten Bojonegoro kembali digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korusi (Tipikor) Surabaya (12/04/22) sekitar pukul 13.45 WIB. Agenda dalam sidang kali ini adalah membacakan tuntutan pidana atas terdakwa Sodikin yang merupakan Ketua Forum Komunikasi Pendikan Al-Quran (FKPQ) Kabupaten Bojonegoro.

Dihadapan Majelis Hakim, Jaksa penuntut umum membacakan tuntutan hukuman untuk terdakwa yakni Pidana penjara selama 7 (tujuh) tahun 6 (enam) bulan dan Denda sebesar Rp. 300.000.000 Subsidair 6 (enam) bulan kurungan. Sementara tuntutan yang kedua adalah Membayar uang pengganti sebesar Rp. 572.200.000 Subsidair pidana penjara selama 4 (empat) tahun.

memang hukuman korupsi ditengah pandemi sampai bisa hukuman maksimal yakni hukuman mati, namun berdasarkan keterangan dari saksi dan menimbang keadilan serta besaran kerugian yang ditimbulkan, maka kami menuntut terdakwa sodikin dengan hukuman penjara 7 tahun enam bulan“, ungkap Badrut Tamam.

Sidang ditutup sekitar pukul 15.00 WIB, dan sidang ditunda pada hari Selasa tanggal 19 April 2022 dengan agenda Pembacaan Pembelaan (Pledoi) dari Penasihat Hukum terdakwa. Dalam kasus ini JPU mendakwa terdakwa telah melakukan penguatan liar senilai Rp1 juta dari setiap lembaga TPQ yang menerima BOP TPQ Covid-19. Dari total yang dikumpulkan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1,07 miliar dan yang sudah dikembalikan sebesar Rp384,5 juta. (mam/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.