INDOSWARA-BOJONEGORO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro menunda jadwal pembacaan tuntutan dalam persidangan kasus dugaan pungutan liar (pungli) bantuan operasional pendidikan (BOP) bagi lembaga pendidikan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) selama pandemi Covid-19.

Kasi Intelijen Kejari Bojonegoro Edward Nabaho mengatakan, penundaan pembacaan tuntutan dengan terdakwa Ketua Forum Komunikasi Pendikan Al-Quran (FKPQ) Kabupaten Bojonegoro Shodikin ditunda karena JPU masih menyusun materi tuntutan.

Sidang pembacaan tuntutan seharusnya digelar kemarin di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Surabaya. “Sebagaimana penundaan sidang, pembacaan tuntutan pidana akan digelar pada hari Selasa 12 April 2022,” ujar Edward, Jumat (8/4/2022).

Dalam kasus ini JPU mendakwa terdakwa telah melakukan pungutan liar senilai Rp1 juta dari setiap lembaga TPQ yang menerima bantuan tersebut. Dari total yang dikumpulkan menyebabkan kerugian negara sebesar Rp1,07 miliar dan yang sudah dikembalikan sebesar Rp384,5 juta.

Atas perbuatannya, terdakwa disangka melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi No 31 tahun 1999 yang telah diperbarui dengan UU nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman hukuman maksimal, hukuman mati (mam/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.