Indoswara – Bojonegoro – para pedagang di pasar Majuraya yakni pasar Mejuet – Sroyo Bojonegoro mengeluh setelah mereka menempati bangunan pasar baru. Hal itu dikarnakan pasar baru ini seperti pasar mati yang sepi pembeli.

Hal itu membuat paguyuban pasar Majuraya mengadukan nasib mereka ke Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto setelah sebelumnya mereka mengajukan protes terhadap Dinas Perdagangan Bojonegoro yang tidak mendapatkan respon.

Menurut ketua paguyuban pasar sroyo Abdul Aziz mengatakan pembangunan pasar Majuraya ini tidak memikirkan aspirasi para pedagang, seperti penempatan pedagang yang semrawut dan tidak seragam seragam dengan yang mereka jual.

“Kita berkali – kali mengadu ke Dinas Perdagangan tapi gak ada respon, kita (pedagang) hanya ingin mengelompokan dagangan kita sehingga baik dilantai satu maupun tiga bisa laku,” kata Abdul Aziz.

Ia menambahkan saat proses pengundian nomor bedak dinas perdagangan dianggap tidak memihak pedagang lama, sehingga membuat paguyuban mengajukan protes.

Namun aspirasi para pedagang ini justru membuat Pihak Dinas Perdagangan Bojonegoro tidak merespon positif namun malah mengancam ketua paguyuban akan dipenjarakan karna tidak menuruti aturan dari pihak dinas.

“Ketika saya memprotes pengundian nomor bedak ke kepala dinas perdagangan malah ia mengancam akan memenjarakan saya karna tidak ikut aturan dari dinas perdagangan,” tambahnya.

Menurut Suhadak, salah satu pedagang sepatu dan sandal di pasar sroyo mengatakan selama 4 bulan terakhir ia hanya bisa menjual 1 pasang sandal saja dan ia setiap bulanya harus membayar sewa bedak sebesar Rp.104.000.

“Kita hanya bisa bertahan saja, banyak temen pedagang di lantai tiga ini yang gulung tikar,” katanya.

Melihat langsung kondisi sepinya pasar sroyo ini, wakil bupati Bojonegoro budi irawanto mengatakan bahwa kondisi seperti ini mirip dengan kondisi pasar banjarjo yang juga baru dibangun namun sepi pembeli.

“Setelah melihat kondisi dilapangan, dinas perdagangan harus melakukan penataan ulang agar kondisi pasar ini segera membaik,”

Wabup juga mengatakan pihak dinas perdagangan harus bisa menampung aspirasi para pedagang agar pembangunan pasar bisa menguntungkan pedagang.(mam/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.