Indoswara – Bojonegoro – Sebanyak 266 Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bojonegoro mengalami kerusakan ringan, sedang, maupun berat.

Ratusan sekolah tersebut hingga kini belum ada perbaikan dikarnakan masih terkendala teknis. Zainal Arifin selaku Kepala Seksi Sarana dan Prasarana pendidikan dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan anggaran untuk perbaikan ratusan gedung sekolah yang rusak itu.

Namun dalam pembangunan gedung tersebut pihaknya mengaku Sesuai dengan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pembangunan gedung sekolah yang rusak itu harus dilakukan pejabat pembuat komitmen (PPKom) dari dinas teknis yakni Dinas Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK).

“Pada Agustus 2021 sudah bersurat ke dinas cipta karya (PKPCK). Intinya meminta bantuan agar mengerjakan pekerjaan diknas. Jawabannya mereka sudah banyak pekerjaannya sendiri dan SDM yang dimiliki terbatas sehingga tidak bisa bantu pengerjaan fisik di diknas,” ujarnya.

Menindak lanjuti tanggapan dari Dinas PKPCK Bojonegoro pihaknya juga telah berkirim surat Ke KPK namun hingga kini belum dapat tanggapan Sehingga, ratusan sekolah yang seharusnya sudah saatnya dilakukan perbaikan maupun pembangunan yang bersumber dari anggaran APBD belum hingga kini belum tersentuh.

“Masih menunggu rekomendasi dari KPK. Seharusnya pimpinan juga membuat kebijakan agar pengerjaan gedung bisa segera dilakukan,”  tambah Zainal

Dari data di dinas pendidikan kabupaten Bojonegoro, bantuan untuk pengerjaan ruang kelas baru (RKB) maupun rehab kelas untuk sekolah dasar (SD) dan SMP sebanyak 102 sekolah. Rinciannya, gedung SD sebanyak 92 lokasi dan SMP 10 lokasi dengan plafon anggaran sekitar Rp31 miliar.

“Dalam P-APBD ada usulan lagi 68 lokasi. Rata-rata rehab sama pembangunan pagar senilai Rp13 miliar,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.