Berita Amatan (Indo Swara) – Bising berebut stempel manajer Persatuan Sepak Bola Bojonegoro (Persibo) adalah kudapan histeria politik jorok Bojonegoro, terkini.

Bersangkutnya Bupati Anna Mu’awanah turut tangan merecoki kekeruhan perkumpulan persepakbolaan itu hanya mengaktualisasikan persekongkolan dirinya bercokolnya pengurus bekas dan sudah bobrok.

Hancur-hancurannya, nama Abdullah Umar didaur ulang dicantolkan sebagai pucuk pengelola. Itu setelah nama Sukur Priyanto yang diusung unsur suporter Persibo dienyahkan Anna.

“Saya marah karena merasa dipermalukan,” rutuk Sukur di Gedung DPRD Bojonegoro.

Nama Umar, pria anggota DPRD Bojonegoro ini tidak saja sudah dianggap jauh elok dari takaran becus menjadikan Persibo mencapai gemilang prestasi, malahan ia juga sudah pernah berlaku pengecut mengundurkan diri.

Sisipan lancutnya, ia tercatat mengharuskan seorang penjual nasi, Eny Yustiani menderita bangkrut.

Perjalanan menagih hutang nasi ransum untuk pemain dan pelatih Persibo oleh Eny terulur buang waktu. Di awal tahun 2019 urusan nasi ini sempat dibawa Eny lapor polisi.

Tiga nama disebut bertanggung jawab sebagai pengganjal pecairan duit nasi, yakni Abdullah Umar dalam hal ini CEO Persibo, Sally Atyasasmi anggota DPRD dari Partai Gerindra dan Kaprawi anggota DPRD dari PAN.

Hingga Februari 2019, Eny mengaku masih sering mondar-mandir ke kantor DPRD untuk memburu Umar.

Eny bercerita, juga pernah mendatangi rumah Sally sampai tiga kali menanyakan perihal perampungan hutang.

Menurut Eny, hutang makan dan minum Persibo itu awalnya berjumlah Rp 46,6 juta. Saat pembayaran mencapai Rp 26,6 juta, Kaprawi mengatakan sudah tidak sanggup lagi membayar karena tidak punya uang. Selain itu, hutang makan minum itu adalah tanggung jawab CEO Persibo, bukan Kaprawi pribadi.

Bagaimana posisi hutang Persibonya Umar dan kawan-kawannya itu terkebelakang?
Membarengi yel-yel suporter Persibo yang mengintonasi teriakan menolak kemunculan kepengurusan lama di pelataran Gedung DPRD Bojonegoro (14/06/2021), pewarta memperoleh imbuhan informasi, hutang masih tinggalan Rp 9 juta.

Aih! Bisanya bakul nasi yang disepak, bukan bola?

Pewarta: Agung DePe

Editor: Red – Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *