INDOSWARA – BOJONEGORO – Ada – ada saja alsan kepala desa penerima proyek Bantuan Keuangan Desa (BKD) dalam pelaksanaanya, seperti yang terjadi di Desa Punggur Kecamatan Purwosari Bojonegoro. di Desa ini Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelontorkan dana BKD sebesar 1,3 milyar di tahun anggaran 2021, namun pada kenyataanya hingga kini (16/03/22) pihak Desa Hanya memasang beskos dan besi strouse yang tertancap di pinggir jalan.

Belum dikerjakanya jalan poros di Desa Punggur diketahui Wakil bupati Bojonegoro Budi Irawanto saat melakukan inpeksi mendadak (sidak) di kecamatan Purwosari Bojonegoro.

Budi Irawanto atau yang akrab disapa mas wawan langsung memanggil kepela desa setempat dan mempertanyakan akan pengerjaan proyek BKD di Desanya. Yudi Purnomo selaku kepala desa setempat mengatakan bahwa pihak Desa sengaja belum melakukan pengerjaan proyek BKD di tahun 2021 karna warga Desa Punggur telah memasuki masa penen, dan baru akan dikerjakan setelah masa panen usai.

Pernyataan itu membuat Wakil Bupati Bojonegoro kaget, karna seharusnya proyek BKD pembangunan jalan poros desa diharuskan selesai di tahun 2021, namun di Desa ini malah sengaja belum dikerjakan, padahal anggaran termin satu telah cair 50 persen.

” saya kaget mendengar pernyataan dari kepala desa Punggur karna proyek pembangunan jalan desa yang dananya bersumber dari BKD tahun 2021 hingga hari ini belum dikerjakan, dan hanya terpasang besi strouse yang tertancap di pinggir jalan, ini kades sengaja atau emang tidak paham saya kurang tahu, tapi yang jelas ini akan menjadi catatan saya,” ungkap Wabup Bojonegoro.

Selain belum selesai pembangunanya mas wawan juga meminta dokumen dalam pengerjaan jalan poros desa ini, ia kembali merasa kecewa karna pihak desa tidak dapat menunjukan satupun dokumen dalam pengerjaan jalan poros desa dengan anggaran 1,3 milyar rupiah. Pihak kepala desa berdalih semua dokumen pembangunan jalan poros desa ini dipegang oleh keponaknya yang juga merupakan pemenang proyek BKD di desa Punggur.

Wabup Bojonegoro berharap agar pihak APIP segera menindak lanjuti temunya ini, karna anggaran BKD untuk pembangunan jalan poros di Desa ini sebesar 1,3 milyar rupiah yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Bojonegoro. (mam/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.