INDOSWARA – BOJONEGORO – Berbekal limbah kayu jati disekitar rumahnya di Desa Sambeng Kecamatan Kasiman Bojonegoro Jawa Timur, para pengerajin miniatur jam dinding bertahan di tengah merosotnya ekonomi akibat pandemi Covid-19. Meskipun para pengerajin ini mengaku tidak bisa mengembangkan usahanya, namun mereka tetap bertahan karna harus tetap membuat dapur mereka mengepul.

Salah satunya adalah Wawan (56) pengerajin miniatur jam dinding yang berbahan utama kayu jati disekitar kediamanya yang kini semakin sulit didapat. Sejak era 90-an Wawan sudah menggeluti usaha ini berbekal belajar dari orangtunya. Miniatur yang ia buat memiliki berbagai jenis bentuk, mulai dari miniatur jam sepedah angin, miniatur pesawat terbang dan masih banyak yang lainya.

Dimasa itu kerajinan yang ia geluti ini mampu memperkerjakan delapan sampai sepuluh orang karna banyaknya pesanan dari beberapa pengusaha yang memasarkan kerajinan miniatur kayu jatinya ke berbagai pelosok negeri. Namun kini ditengah pandemi Covid-19 ia terpaksa harus merumahkan pekerjanya karna minimnya pesanan.

wah, dulu kita seringkali kualahan dalam melayani pesanan mas sampai sering telat mengirimkan barang kerajinan kita, tapi sekarang malah kita seringkali menunggu pesanan“, ungkap wawan.

Dengan dibantu anak semeta wayangnya, ia kini harus mengerjakan kerajinan miniatur kayu jati khas desa Sambong kecamatan kasiman Bojonegoro. Ia mengaku dalam satu bulan ia hanya mengerjakan sebanyak 50 sampai 60 unit miniatur saja. Jumlah itu sangat jauh terbalik pada saat sebelum pandemi Covid-19, kala itu dalam satu bulan ia mampu mengerjakan sebanyak 300 sampai 500 miniatur.

sekarang sulit mas, sebenarnya kita juga pengen mengerjakan seperti dulu yang harus melibatkan banyak pengerajain untuk memenuhi pesanan, namun kini ya tinggal 50 sampai 60 pesanan saja“, tambah Wawan.

Berbekal dari kerajinan yang ia buat, kini ia hanya mampu meraup pendapatan kotor sebesar Rp.3 juta saja, padahal dulu ia mengaku mampu meraup hingga belasan juta Rupiah setiap bulanya. Meskipun demikian ia mengaku tetap bertahan dalam membuat miniatur yang berbahan dasar kayu jati, karna ia yakin masa sulit ini akan segera terlewati. (mam/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.