Bojonegoro (Indo Swara) – Orang boleh bilang capek karena bekerja seumur hidup, tetapi lebih capek lagi bagi pencari kerja setelah semua pintu lowongan kesempatan buntu.

Angkanya pun dicatat, di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Bojonegoro, mereka yang terhimpun mengantri sebanyak 41.225 orang, per Oktober 2020.

“Pengangguran didominasi lulusan SLTA,” terang Kepala Bidang (kabid) Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Slamet.

Sisi lain, terhitung 510 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Bojonegoro, pada 2021 memasuki masa usai tugas.

“Saat ini jumlah ASN di lingkup Pemkab Bojonegoro 8. 494 orang,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Aparatur, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, Joko Tri Cahyono.

Terpisah, pengajuan penambahan 1.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) 2021 melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, belum mendapat kejelasan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).

“Jumlah ASN yang ada saat ini masih kurang. Namun juga harus dilihat kemampuan APBD,” kata anggota Komisi A DPRD Bojonegoro, Agung Handoyo.

 

Pewarta: Top

Editor: Red – Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *