Bojonegoro (Indo Swara) – Terang saja ironis. Sebab, Angka Kematian Ibu (AKI) di Bojonegoro terbilang urutan pertama Jawa Timur.

Terlebih, kalau diimbangkan terhadap APBD 6 triliun tahun lalu, kian mengejek kelemahan pemerintahan Bojonegoro dalam mengurusi kemiskinan, sekaligus menegaskan kualitas pelayanan kesehatan jeblok.

Sumber rilis Humas dan Protokol Pemprov Jatim menerangkan, AKI di Bojonegoro pada tahun 2020 tertinggi di Jawa Timur, tepatnya tercatat 61 orang.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Mochlasin Afan berkomentar, bilangan kemiskinan masih tinggi karena tidak ada program yang dilakukan secara masif oleh eksekutif guna menurunkan kemiskinan.

“Angka kemiskinan di Bojonegoro lebih dari 12 persen. Penurunan di bawah satu persen saat ini tidak ada artinya jika dibandingkan anggaran yang dimiliki,” ucap Afan.

Angka kematian ibu terikat erat dengan kemiskinan. Harus diakui, program pengentasan kemiskinan di Bojonegoro masih banyak menyusu dari kebijakan penganggaran pemerintah pusat.

“Selama ini program-program pengentasan kemiskinan lebih banyak dari pemerintah pusat,” rinci Afan.
Nah!

 

Pewarta: Agung DePe

Editor: Red – Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *