Bojonegoro (Indo Swara) – Memang, bukan bunyi mengiris bertubrukannya dua benda.

Ini hanya mengenai persinggungan Pemerintah Desa (Pemdes) Kepohkidul, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, menyoal pelangsungan peringatan Isra Mi’raj oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bojonegoro, di desa tersebut dengan menghadirkan penceramah dari luar kota. Sebab, dikhwatirkan bisa menimbulkan klaster baru di tengah berlakunya pembatasan sosial kemasyarakatan.

“Kami merasa keberatan acara tersebut dilaksanakan karena sebelumnya tidak ada koordinasi dari panitia terkait dengan pihak desa sebagai yang berketempatan,” kutip surat Pemdes Kepohkidul yang ditujukan ke Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda Ansor Bojonegoro (09/03/2021).

Senyatanya, pihak Desa Kepohkidul tetap berlaku membolehkan, asal pembuat hajatan peringatan hari mulia umat Islam itu segera menyertakan surat izin dari Polres Bojonegoro dan Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 Bojonegoro.

“Beberapa waktu lalu salah seorang warga kami ada yang meninggal, dimakamkan dengan standar Covid, saat ini pun terdapat seorang warga yang sedang melakukan isolasi mandiri. Kami tidak ingin terjadi klaster baru di desa kami pasca acara tersebut,” rangkum surat yang ditandatangani Kepala Desa Kepohkidul, Samudi.

Bagaimana reaksi balik PC Ansor Bojonegoro perihal balasan desakan administratif menurut Pemdes Kepohkidul?

Apakah acara tetap digelar hari ini (11/03/2021) dengan mengabaikan pelengkapan izin?

“Benar!” kata Kepala Desa Samudi.

 

Pewarta: Agung DePe

Editor:Red – Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *