Surabaya (Indo Swara) – “Orang Madura itu sakti-sakti”. Gurauan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa (17/05/2021) meletup spontan menanggapi nihilnya orang Madura yang positif rapid antigen saat masuk Surabaya melalui Jembatan Suramadu selama pemberlakuan screening COVID-19 di Poskes masa liburan Hari Raya Idul Fitri.

Kini, sejak banyolan penanggung jawab Satgas COVID-19 Provinsi tersebut masih segar dalam pendengaran, kasus COVID-19 di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep, menggugurkan keriangan.

Satgas COVID-19 di masing-masing kabupaten di Madura melaporkan, total warga yang terdata terkonfirmasi COVID-19 hingga 5 Juni 2021 sebanyak 56 orang di Bangkalan, 8 orang di Sampang, 3 orang di Pamekasan dan 25 orang terdapat di Sumenep.

Menurut Humas Satgas COVID-19 Pemkab Bangkalan, Agus Sugianto Zain (06/06/2021), Bangkalan tercatat sebagai kabupaten dengan jumlah kasus aktif paling banyak. Bahkan, sebanyak 18 tenaga kesehatan di Bangkalan terkonfirmasi positif COVID-19.

“Saat ini, ruang perawatan pasien COVID-19 di RSUD Bangkalan sudah tidak memadai,” terang Agus.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur, dr Herlin Ferliana membenarkan, bahwa RSUD di Bangkalan menutup sementara layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) per (05/06/2021).

Sebelum libur lebaran, kasus aktif COVID-19 di empat kabupaten di Madura masih ditetapkan masuk dalam zona hijau.

Pewarta: Hening Bulan

Editor: Red – Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *