INDOSWARA – BOJONEGORO – Beberapa instansi kedinasan dilingkup Pemerintah Kabupaten Bojonegoro beberapa hari lalu melaporkan hasil kinerjanya kepada Panitia Khusus (PANSUS) III yang di dalamnya terdapat beberapa politisi, diantaranya Natasha Devianti dari Fraksi PDI Perjuangan sebagai Ketua Pansus, Muhamad Rozi dari Fraksi PKB sebagai wakil Ketua Pansus, Maftukhan dari Fraksi Partai Gerindra sebagai Juru Bicara, Mochlasin Afan dari Fraksi Demokrat, Ahmad Sunjani dari Fraksi PKB, Ahmad Supriyanto dari Fraksi Golkar, Eko Prabowo dari Partai Demokrat, Sumari sari PPP, Hidayatus Sirot dari Fraksi NGPI, Suyuthi dari fraksi PAN, Miftahul Khoiri dari Fraksi NGPI.

Pansus III sendiri dalam menerima laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Bojonegoro yang membidangi urusan Pendidikan, urusan Ketenagakerjaan, Urusan Kesehatan, urusan Kepemudaan dan Olahraga, urusan Kesejahteraan Rakyat, serta urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Dari pengumpulan keterangan berbagai instansi di temukan bahwa untuk urusan pendidikan Terkait dengan gagal realisasi beberapa program kegiatan di bagian kesra dan dinas pendidikan terutama kegiatan hibah kepada lembaga TK/PAUD dan Lembaga keagamaan, setelah melakukan klarifikasi di rapat pansus kepada OPD terkait, Pansus menduga ada unsur kesengajaan dari pihak eksekutif untuk tidak melaksanakan program/kegiatan tersebut.

Beberapa indikasi adanya unsur kesengajaan untuk tidak melaksanakan program/kegiatan tersebut adalah OPD tidak mampu menjelaskan alasan tehnis selain TIDAK ADA PROPOSAL. Padahal cross chek yang di lakukan pansus 3 terhadap lembaga terkait hampir semua sudah mengirimkan proposal,. Karena Perda APBD adalah produk hukum yang harus di jalankan oleh semua maka adanya unsur kesengajaan untuk tidak menjalankan APBD adalah bentuk ketidak patuhan terhadap hukum dan harus dilakukan tindakan lebih lanjut. Maka Pansus merekomendasikan agar DPRD bisa menindaklanjuti sesuai kewenangan yang di miliki terhadap hal tersebut.

Sampai saat rapat pansus III LKPJ dengan Dinas pendidikan, Dinas Pendidikan tidak mampu menyajikan data yang rinci terkait kondisi sarana prasarana infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bojonegoro, sehingga tidak diketahui mana saja sekolah yang rusak berat, sedang dan ringan. Diharapkan dengan adanya data yang rinci bisa menjadikan dasar untuk penganggaran di Tahun Anggaran kedepan dalam rangka peningkatan sarana dan prasarana yang selama ini dinilai kurang memadai.

Untuk itu Pansus III merekomendasikan agar segera di lakukan proses pendataan dengan melakukan proses verifikasi langsung di lapangan agar persoalan tidak adanya data base kondisi infrastruktur pendidikan bisa segera di selesaikan termasuk menyiapkan data base sumber daya manusia (SDM) di lingkup dunia pendidikan Kabupaten Bojonegoro, agar dalam merencanakan program dan anggaran berbasis prioritas.

Terkait dengan kegagalan Dinas Pendidikan dalam kegiatan DAK Fisik APBN 2021 yang gagal melakukan proses pencairan dana dari APBN dan harus di ganti dari dana APBD, ini mengindikasikan adanya perencanaan yang kurang baik atau tidak professional, maka dalam hal ini Pansus III merekomendasikan agar perencanaan program kedepan harus dilakukan dengan kajian-kajian yang matang dan merencanakan program yang terstruktur. Indikator kinerja harus merupakan suatu yang akan dihitung dan diukur serta digunakan sebagai dasar untuk menilai atau melihat tingkat kinerja baik dalam tahapan perencanaan dan pelaksanaan. Meningkatkan kualitas pendidikan baik itu sistem Belajar Mengajar, Kualitas tenaga Pendidik dan memperbaiki kinerja Para Staf Struktural maupun Fungsional di lingkup Dinas Pendidikan.

Dari hasil temuan itu, Pnasus III MENOLAK Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bojonegoro Tahun 2021 dengan beberapa catatan dan memberikan rekomendasi dan selanjutnya untuk ditetapkan menjadi Keputusan DPRD Kabupaten Bojonegoro, Namun sayangnya laporan dari Pansus III saat Rapat paripurna Istimewa berlangsung, berubah menjadi Pansus III Menerima LKPJ Bupati Bojonegoro tahun 2021.(mam/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.