Tuban – Bojonegoro (Indo Swara) – Musyawarah partai untuk memilih kepemimpinan anyar jelas bukan asambel (rombongan musik). Niscaya, orkestrasi yang ditimbulkan tanpa harmoni dan berbunyi senar putus.

Agus Maimun, mantan anggota DPRD Jawa Timur dua periode, namanya kian moncer gara-gara abonemen kalah?

Peristiwa Musyawarah Daerah (Musda) Partai Amanat Nasional (PAN) ke-V Kabupaten Tuban (23/02/2021), memberi penegas pengulangan kegagalan sejak ia terloncat hitungan perolehan kursi pileg DPR era 2019.

Sangkutan cerita, ia terbanting lantaran dimentahkan oleh rival politiknya, setelah mengantongi rekomendasi dari koalisi partai pengusung (juga PAN), saat keikutsertaannya dalam pencalonan bupati dan wakil bupati Tuban tahun 2020.

Beruntunnya, ia tidak dipakai lagi sebagai pengurus hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) PAN ke-V Jawa Timur, akhir tahun 2020. Terdahulu, ia selaku bendahara.

Bagaimana langkah Agus Maimun menandingi ritme dan pola dengan tempo kecundang berpolitik ini? Toh, giatnya untuk meraih julukan ketua PAN tingkat kabupaten Tuban itu begitu ambisius?

Pewarta Indo Swara telah menghubungi Agus Maimun melalui telepon seluler hingga naskah ini dipublish belum direspons.

Tentu yang pasti, Mashadi, anggota DPRD Tuban kepanjangan tangan PAN, telah diketok palu sebagai ketua formatur.

Keputusan matang tersebut diumumkan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan secara virtual.

Itu artinya ketua PAN Tuban yang baru telah bergulir menggantikan Agung Supriyanto, Ketua DPD PAN Tuban, periode 2015 – 2020.

“Itu yang disetujui, saya diminta menjadi ketua formatur,” kata Mashadi kepada pers.

Berjarak tempat namun sepadan waktu, di Bojonegoro selagi degup jantung peserta Musda PAN mengeras mendengarkan penyebutan nama yang diberi daulat sebagai formatur, mendadak audio zoom virtual hilang suara.

Sontak, reka-reka tebak politik berbiak santer pasca insiden raibnya bunyi.

“Itu murni gangguan teknik jaringan,” ucap Lasuri. Sembari ia menjelaskan, bahwa dirinya yang diberi mandat sebagai ketua formatur. 

Pewarta: Agung DePe

Editor: Red – Indo Swara/Agung DePe  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *