BOJONEGORO – Langkanya minyak goreng di berbagai daerah membuat para produsen tahu di kelurahan ledok kulon kecamatan kota bojonegoro jawa timur resah, pasalnya banyak dari produsen tahu tradisional yang gulung tikar.

kondisi ini sudah terjadi sekitar satu bulan terakhir, langkanya minyak goreng membuat para produsen maupun pekerja tahu setempat kesulitan mendapatkan minyak goreng curah di kabupaten bojonegoro. Pemasaran yang telah meluas ke berbagai daerah seperti blora, tuban, lamongan, dan bahkan sampai ke kabupaten gersik kini harus mengurangi produksinya dalam membuat tahu yang berbahan dasar kedelai.

menurut pranyoto, selaku ketua paguyuban produsen tahu ledok mengatakan untuk menjaga produksi tahu ledok, banyak produsen yang mengambil minyak goreng jenis curah dari kabupaten blora dengan harga Rp.18.100 per liternya, padahal harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah per-februari ini hanya sebesar Rp 11.500 perliternya. kondisi ini banyak memaksa para produsen yang menutup produksi tahunya dan merumahkan para pekerjanya yang rata – rata berjumlah lima sampai tujuh orang.

” kita terpaksa mengambil minyak goreng dari blora dengan harga Rp 18.100 perliternya untuk menjaga agar produksi tahu kita tetap berlanjut, kita juga tidak bisa menaikan harga tahu karna takut pembeli tidak mau membeli jadi kita hanya mengurangi ukuran tahu saja”, ungkap pranyoto.

per-februari ini pemerintah telah mentepakan harga ecer tertinggi (HET) sebesar Rp 11.500 perliter untuk minyak curah, Rp 13.500 untuk kemasan serta Rp. 14.00 untuk kemasan premium. mereka (produsen tahu ledok) berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan stok maupun harga minyak goreng agar produksi tahu mereka yang telah turun temurun dilakukan oleh warga ledok kulon  kecamatan kota bojonegoro dapat stabil dan beroprasi kembali seperti sediakala.(mam/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.