Memperbarui politik penjungkiran kewarasan.

Moeldoko menanyakan soal legalitas pemilihan sebagai ketua umum apakah memenuhi syarat AD/ART partai?

“Sesuai!” teriak para peserta KLB.

KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara memutuskan mendemisionerkan pucuk kepengurusan Partai Demokrat periode 2020-2025.

Mereka mengambilalih kekuasaan mengangkat Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai dan Marzuki Alie menjadi ketua Dewan Pembina, mengenyahkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tudingan AHY setelah melewati berminggu-minggu terbukti. Moeldoko, pensiunan jenderal TNI bertemu kader Demokrat dan menyiapkan kudeta untuk merebut partai yang digenggamnya.

Kup politik Moeldoko menuai semprotan kecaman. Pencongkelan cara culas menduduki partai sangat menistakan kualitas demokrasi Indonesia.

“Partai Demokrat berkabung! Moeldoko bersekongkol dengan orang dalam benar-benar tega dan dengan darah dingin melakukan kudeta itu,” kata Presiden ke-6 Indonesia (05/03/2021).

Kedaulatan Partai Demokrat diobok-obok. Perahu politik pelayaran SBY itu mengalami masa pesiar, kemudian bocor. Partai Demokrat berhasil menjadi Pemenang Pemilu Legislatif 2009 dengan memperoleh 150 kursi (26, 4 persen) di DPR RI.

“Caleg Demokrat tidak memiliki brand equity dibandingkan ketokohan SBY. Jadi, kemenangan Demokrat ini sangat bergantung kepada SBY,” ujar sejumlah pengamat di 2009 yang diulas alik Indo Swara.

Pada Pemilu 2019, Partai Demokrat kalah. Pengumpulan kursi di DPR untuk Partai Demokrat menempati posisi ketujuh dari 9 partai di DPR, dengan menghimpun  sebanyak 7,77 persen suara nasional.

Agus Harimurti Yudhoyono terpilih secara aklamasi pada Kongres ke-V Partai Demokrat, 15 Maret 2020.

Bisa dibilang, masa kegelapan Partai Demokrat sejak pertengahan 2011, lantaran meletupnya kasus korupsi yang diperankan Bendahara Umum Demokrat, M. Nazaruddin. Sejumlah petinggi Demokrat tercakot, hingga melilit Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dikurung pidana akhir 2012.

Geger Partai Demokrat menunjal. Moeldoko disebut menjagal Partai Demokrat demi pencapresannya di 2024.

Pewarta: Agung DePe

Editor: Red – Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *