Pewarta: Hening Bulan

Berita Sejarah (Indo Swara) – Perangkat listrik rumah tangga ini adalah evolusi paling lengkap, selain penanak nasi, juga dipakai memanaskan lauk dan sayur, hingga termutakhir sebagai helm.

Kisah seorang pengguna helm magic com di Pasuruan yang kemudian mendapat resiko dipanggil polisi tentu saja bukan karena melanggar pasal melucu.

“Kami mengundang yang bersangkutan untuk mendapatkan edukasi,” terang Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman (28/05/2021).

Bisa dibilang, soal panci pelunak beras menjadi pelindung kepala bermotor sudah dilakukan orang sebelumnya. Akun @ Bali _chris di Twitter dalam video berdurasi 30 detik yang direkamnya, menampilkan seorang pria dibonceng temannya memakai helm rice cooker.

Ide aturan penggunaan helm di Indonesia kali pertama dicetuskan mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso. Hoegeng berprinsip, Polri harus melakukan langkah antisipatif menyesuaikan perkembangan zaman. Aturan penggunaan helm ia tuangkan dalam Maklumat Kapolri bertarikh 7 Agustus 1971.

Dikutip dari buku ‘Ensiklopedi Jenderal Hoegeng (2007), isi maklumat itu:

a. Para pengendara sepeda motor mengenakan topi helm.

b. Penumpang yang membonceng harus duduk mengangkang.

Beberapa pakar hukum, seperti Mr Tjiam Djoe Kiam dan Asikin Kusumah Atmadja, keberatan dengan aturan yang dikeluarkan Hoegeng. Ia berargumen, polisi hanya pelaksana peraturan bukan pembuat peraturan. Karena itu, Kapolri tak punya wewenang mengeluarkan peraturan yang bersifat seperti undang-undang.

Kapolri bergeming. Ia menjelaskan, keharusan pengendara motor memakai topi pengaman adalah untuk kepentingan masyarakat. Penjelasan itu ia sampaikan saat memberi keterangan pers di upacara pelaporan kenaikan pangkat tiga pati (perwira tinggi) di Aula Departemen Hankam, November 1971.

Tjiam bersama Asikin sempat menggugat Maklumat yang dikeluarkan Hoegeng ke Mahkamah Agung. Namun, ada ahli hukum lain yang sependapat dengan Hoegeng, yakni Adnan Buyung Nasution. Pada akhirnya, MA menolak gugatan para penggugat. Atas pertimbangan keselamatan, Maklumat Kapolri diberlakukan bagi masyarakat luas.

(Diverifikasi dari berbagai sumber)

Editor: Red – Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *