INDOSWARA – BOJONEGORO – Sebanyak lima Rumah Restorative Justice telah berdiri di Kabupaten Bojonegoro, berdirinya tempat ini difungsikan untuk menangani kasus tindak pidana yang berakhir dengan perdamaian antara korban dan pelaku.

Kelima rumah Restorative Justice ini berada di Balai Desa Kauman kecamatan Kota Bojonegoro, Balai Desa Pacul kecamatan Kota Bojonegoro, Balai Desa Jipo Kecamatan Kepohbaru, Balai Desa Dolokgede kecamatan Tambakrejo, dan Balai Desa Balenrejo Kecamatan Balen. Berdirinya Rumah Restorative Justice ini berdasarkan surat jaksa agung muda Nomor B-475/E/ES.2/02/2022 tentang pembentukan Rumah Restorative Justice.

tujuan didirikanya Rumah Restorative Justice ini adalah untuk memulihkan hak korban yang diselesaikan secara kekeluargaan di rumah restorative justice sehingga tidak ada rasa dendam dari beberapa pihak yang berperkara“, ungkap Kajati Jawa timur Mia Amiati saat peresmian Rumah Restorative Justice di Balai Desa Kauman Kecamatan Kota Bojonegoro (31/03/22).

di Jawa Timur sendiri telah berdiri sebanyak 72 Rumah Restorative justice di 36 kota dan kabupaten. Dalam penyelesaian masalah di Rumah Restorative Justice sendiri tidak semua tindak pidana bisa diselesaikan, namun memeiliki beberapa syarat yaitu pelaku tindak pidana bukan residivis yang artinya dia melakukan perbuatan pidana karena dorongan sesuatu untuk kebutuhan hidup secara ekonomi dan sosial, syarat yang kedua adalah kerugian korban tidak lebih dari Rp.2.500.000, yang ketiga adalah tindak pidana yang dilakukan memiliki hukuman tuntutan penjara tidak lebih dari lima tahun.

kami berharap dengan terbentuknya Rumah Restorative Justice ini tidak lagi ada istilah Hukum tumpul ke atas dan tajam kebawah, sehingga dapat memberikan keadilan untuk seluruh masyarakat”, tambah Mia Amiati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.