INDOSWARA – BOJONEGORO – Kejaksaan Negeri Bojonegoro membantah telah melakukan intimidasi terhadap saksi kasus dugaan Korupsi Pungutan Bantuan Oprasional Pendidikan (BOP) Covid 19 pada persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya Kamis (10/03/22).

Kesaksian tersebut di sampaikan oleh Tasiem Shoimah, selaku kepala TPQ Al-Hidayah dan Koordinator Kecamatan (Kortan) Gayam, saat proses persidangan yang dipimpin oleh hakim I Ketut Suarta berlangsung. Menurut saksi tasiem soimah ia akan di gantung oleh penyidik dari Kejaksaan Negeri Bojonegoro jika ia tidak mengakui telah malakukan pemotongan uang sebesar 1 juta rupiah dari BOP COVID-19.

Menanggapi kesaksian dari Tasiem Soimah, Kepala Kejaksaan Negeri (kajari) Bojonegoro Badrut Tamam membantah bahwa penyidik Kejaksaan Negeri Bojonegoro telah melakukan intimidasi terhadap saksi.

itu tidak benar, saya berani menyatakan bahwa selama proses penyidikan, apa yang telah dilakukan oleh penyidik sudah sesuai dengan ketentuan/SOP yang berlaku dan itu sudah dijelaskan oleh penyidik kami dalam memberikan kesaksian dipersidangan pada hari selasa kemarin (08/0322)“, ungkap Badrut Tamam.

Ia juga menambahkan, meskipun beberapa saksi yang telah diperiksa oleh tim penyidik dari Kejaksaan Negeri Bojonegoro yang mengaku telah mendapatkan intimidasi atau ditekan, tidak akan merubah hasil penyidikan yang di kantongi kejaksaan.

yang perlu dicatat, meskipun ada saksi yang mengaku telah mendapatkan intimidasi atau ditekan namun itu tidak akan mempengaruhi hasil pembuktian JPU (jaksa penuntut umum) kami, karena selama persidangan saksi- saksi banyak (para kortan) yang menyatakan bahwa dalam bantuan Dana BOP terhadap TPQ/ TPA Kab. Bojonegoro benar telah terjadi pemotongan yang dilakukan oleh Terdakwa sebagaimana juga hasil konfontir yang telah dilakukan dalam persidangan antara saksi andi fajar dengan para kortan“, tambah Kajari Bojonegoro Badrut Tamam.

Ia berharap agar dalam persidangan, saksi dapat menyampaikan hal yang sebenarnya dan tidak usah membuat kesaksian yang tidak sesuai dengan fakta yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.