Bojonegoro (Indo Swara) – Kalimat bebas dari hambatan bergerak semua tidak berlaku tepat buat laju kendaran di Bojonegoro.

Awal Januari 2021, adalah kegairahan besar upacara kedinasan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’Awanah, sebagaimana disusulkannya kegencaran berbagai jenis perayaan gunting pita lainnya.

Tiga Menteri sekaligus turut hadir dalam peresmian bentangan besi penghubung dua kabupaten, Bojonegoro dan Blora, yakni Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuldjono, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (03/01/2021).

Pengadaan sarana konektivitas antardaerah dengan sebutan TBB (Terusan Bojonegoro-Blora), itu menelan ongkos Rp 92 miliar.

Pembanding lurus tidak elokya, saat para pejabat negara itu sedang berpidato optimistis tujuan pembangunan jembatan TBB, persis berjalan satu bulan jembatan Glendeng sepanjang 310 meter, penghubung Bojonegoro-Tuban direkomendasikan mulai tanggal 4 Desember 2020, ditutup total, karena tembok penahan jembatan runtuh pada (3/11/2020).

Masih berjalin soal jembatan rusak di Bojonegoro, jembatan penghubung Bojonegoro-Ngawi di Dusun Kalibedah, Desa Geneng, Kecamatan Margomulyo, bengkah.

Kerengkahan jembatan tersebut meliputi bahu jalan sepanjang 10 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 5 sampai 10 meter.

“Longsor ada di sayap jembatan sebelah utara sisi samping kanan, tepatnya di kilometer (Km) 20+040 Cepu + Km 22 Ngawi,” jelas Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro, Andi Sujarwo (24/01/2021).

 

Pewarta: Top

Editor: Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *