Bojonegoro (Indo Swara) – Ini bukan tentang fabel keajaiban tikus membantu Putri Cinderella menjahit gaun pesta. Ini hanya kelanjutan diskresi Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah berkisar perkara perburuan tikus-tikus.

“Peraturan bupati sudah turun beberapa bulan lalu terkait pelarangan penggunaan listrik untuk jebatan tikus di sawah,” ujar Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Bojonegoro, Zaenal Fanani, di Pendapa Kecamatan Kanor (02/06/2021).

Rancangan tindakan lapangan akrobatik kecil mengepung hama padi di sawah itu hendak dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bojonegoro berupa lomba meringkus tikus. Seekor tikus hasil cokokan petani akan diganti senilai Rp 2.000.

“Kita adakan lomba berburu tikus dengan memberikan imbalan kepada petani yang ikut berburu tikus. Kami siapkan hadiah senilai Rp 50 juta bagi kelompok tani pengumpul terbanyak,” terang Zaenal.

Membandingkan, di masa bupati sebelumnya, Suyoto (12/06/2012) pun pernah mengkomandoi sejumlah petani seputaran desa-desa di Kecamatan Kanor, membasmi tikus persawahan.

Pula, lomba menangkap tikus mendapat hadiah uang sudah dilakukan Dinas Pertanian Bojonegoro (17/10/2013). Kala itu, terlibat 40 regu tani (tiap regu masing-masing 20 orang) di penghamparan sawah Desa Leran dan Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu. Per tikus tertangkap ditukar Rp 1.000, ditambah Rp 1 juta bagi juara I, Rp 750 ribu untuk juara II dan Rp 500 ribu buat juara III.

Bukan hanya lomba, enam tahun silam, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kapas, Bojonegoro, Heru Sugiarto, memimpin gerakan membasmi tikus di lingkup wilayah tugasnya dengan membuat rumah burung Kokok Beluk pemangsa tikus. Dikisahkan Heru (16/06/2015), saat itu sudah bersiap 82 Kokok Beluk.

Serangkai peristiwa menggeropyok tikus dilakukan petani. Di Desa Simbatan, Kecamatan Kanor berlangsung pada (08/06/2021). Di Desa Bakung, Kecamatan Kanor, Pemerintah Desa (Pemdes) setempat mengadakan sayembara menangkap tikus (08 sampai 14/02/ 2020) dengan hadiah Rp 2.000 per ekor tikus. Di Desa Tumbrasanom, Kecamatan Kedungadem (25/12/2020) tiap tikus yang tertangkap diganti Rp 1.000.

Tidak kalah perannya menghajar tikus, menjelang ulang tahun Partai Nasdem ke-9, DPD Nasdem Bojonegoro menggarap acara gropyok tikus (08/11/2020). Di wilayah timur Bojonegoro di Desa Pejok, Kecamatan Kepohbaru, wilayah tengah di Desa Deru, Kecamatan Sumberrejo dan wilayah barat di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem. Tikus tangkapan petani ditukar dengan hadiah. Selain itu, DPD Partai Nasdem juga menyumbangkan puluhan rumah burung Kokok Beluk.

Masih seikat urusan memusuhi tikus, Bupati Anna melontarkan rencananya menyiapkan peraturan daerah (Perda) terkait pelarangan perburuan burung Kokok Beluk. Kemauan memunculkan regulasi itu disampaikan oleh Anna usai melepaskan secara simbolis Kokok Beluk di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan (05/12/2020).

Betapa pun, Bupati Anna tidak menjadi tampak heroik karena menyetujui uang APBD yang akan digunakan Dinas Pertanian memborong bangkai tikus. Toh yang terbukti pasti, ia gagal menghadirkan kelancaran ketersediaan pupuk, sekaligus berulang melempem saat harus membela harga gabah petani.

Pewarta: Agung DePe

Editor:Red- Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *