Bojonegoro (Indo Swara) – Polres Bojonegoro menjalin kesiagaan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, guna meningkatkan kesiapan dan antisipasi bencana hidrometeorologi fenomena curah hujan tinggi.

Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia, menyampaikan bencana alam di provinsi Sulawesi Barat dan Kalimantan Selatan sebagai perhatian. Apalagi kondisi wilayah Kabupaten Bojonegoro dialiri sungai Bengawan Solo, kawasan hutan yang gundul mengakibatkan longsor serta banjir bandang, ditambah lagi angin puting beliung.

“Polres Bojonegoro siap membantu waktu-waktu jika terjadi bencana alam, baik personil maupun sarana dan prasarana. Sehingga perlu adanya kesiapsiagaan, keterpaduan dan koordinasi yang baik dari seluruh pihak dalam mengantisipasi bencana bencana alam, mulai dari saat siaga bencana bencana, saat terjadi kejadian bencana dan pasca bencana, “terang Kapolres.

Masih menurut Kapolres, bahwa sebagai bentuk kewaspadaan, Polres Bojonegoro menginstruksikan para Kapolsek jajaran untuk memetakan wilayahnya yang rawan bencana atau bahaya alam. Selain itu, aktifkan para Bhabinkamtibmas untuk memberikan himbuan tetap waspada terhadap perubahan cuaca, yakni adanya curah hujan yang tinggi pada saat ini, terutama di desa yang dialiri sungai Bengawan Solo dan desa yang dekat dengan kawasan hutan.

Bersambung sahut, Plt. Kepala BPBD Kabupaten Bojonegoro, Nadif Ulfa, menyatakan bahwa kejadian banjir di Kabupaten Bojonegoro dapat menerapkan alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian sehingga daya serap air kurang. Untuk banjir sungai Bengawan Solo, debit air terahir tiga tahun tidak terlalu tinggi, sedangkan saat ini yang menjadi ancaman adalah banjir bandang.

“BPBD Kabupaten Bojonegoro siap berkoordinasi dan berkolaborasi dengan dinas terkait untuk menanggulangi bencana di wilayah Kabupaten Bojonegoro,” tandas Nadif.

 

Pewarta : Top

Editor  : Red -Indo Swara / Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *