Oleh: Agung DePe

Ujung tahun. Semua pantas menerima hadiah: Santa Claus dan Peri Gigi berkeliling mengunjungi anak-anak baik untuk diberi kejutan bersuka-suka. Buat nenek nakal? Itu sih urusan petugas pemidana.

Bupati wanita yang gemar mencantelkan dobel julukan sebagai emblem pada dada kekuasaannya itu hendak diseduh polisi lantaran ia bersiluman nama.

Penyidik Polres Bojonegoro memastikan sudah menghubungi Anna Mu’awanah guna dimintai keterangan soal tertulisnya nama di ijazah Anna karena berbeda (27/12/2021). Kasus ini mencuat atas laporan mantan Ketua DPRD Bojonegoro periode 1999-2004, Anwar Sholeh (1/3/2021).

Apakah Anna pejabat patuh hukum? Kasunyataan tidak. Ia ngumpet menghindar muncul pada panggilan pertama.
Sebagai terlapor penabrak hukum, Anna Mu’awanah alias Anna Moe (nama-tainment) terbelit. Pekerja politik asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga telah menjalani pemeriksaan di Reskrim Khusus Polda Jatim (15/12/2021).

Anna terbentus kasus pencemaran nama sesudah diadukan korban, ialah Wakil Bupati, Budi Irawanto. Babak Anna dalam pakeliran bisa dimasukkan jenis Lakon Banjaran dan Lakon Broboh.

Ada beberapa macam lakon pewayangan lain, yaitu Lakon Lahiran, Lakon Raben, Lakon Gugur, Lakon Wahyu, Lakon Gugat.
Lakon Banjaran berisi riwayat hidup seorang tokoh. Salah satunya, Lakon Banjaran Sengkuni membabarkan lahirnya Sengkuni dan nama aslinya. Lakon Broboh mengomongkan hancurnya suatu kekuasaan.
Budi Irawanto dan Anwar Sholeh seiras adegan Lakon Gugat. Letupan representasi visualisasi protes pada keadaan bupati tidak becus dan ketidakadilan.

Jagad pakeliran mengujarkan banyak tokoh perempuan: Siti Sendari, Dewi Utari, Wara Srikandi, Banowati Wara Subadra, Dewi Gendari, dan lainnya. Tetapi di antara deret nama itu paling populer adalah Bathari Uma kemudian dikenal dengan panggilan keren Bhatari Durga. Ia punya anak tersohor dengan asma Bhatara Kala.

Bhatari Durga setelah diusir dari Kahyangan Jong Giri Saloka tinggal di Pasetran Gandamayit sebagai penguasa bangsa lelembut.
Wayang, Santa Claus, Peri Gigi, kemudian ada polisi, di mana sambungnya?

Begini, Santa Claus itu ikon pria penderma royal. Ini sebagai metafora saja. APBD Bojonegoro terhimpun triliunan rupiah. Kuciwanya, hasil muncratan minyak mentah itu gelagatnya dikangkangi bupati beserta kanca-kancanya dalam packing jatah porsi-porsi proyek.
Mustinya yang elok, bupati itu piwai ber-Santa Claus, bukan berakal Bathari Durga.

Peri Gigi adalah tamsil perupaan kondisi rakyat. Peri Gigi dituturkan sebagai peri berlaku kasih mengganti gigi anak-anak yang tanggal dan sebelum tidur ditaruh di bawah bantal. Artinya, kebijakan bupati Anna mendistribusikan kesejahteraan kepada rakyat ternilai sangat kecil, itu pun bertujuan menidurkan kesadaran rakyat. Juga ditakut-takuti bakal diemplok Bathara Kala.

Pewayangan atau padanan sikap samar-samarnya Anna dalam memainkan anggaran kian bisa dibaca pada kejadian duitnya rakyat mendesak dibutuhkan perekonomian bawah tapi malah didepositokan.

Eh, selamat tahun baru deh, Moe. Seraya diteka-tekikan, apa dalam tempo pendek ini ada ganjaran penambahan predikat ‘Hyang (baca:nenek) Anna Tersangka’-?


Dhugang cengele!
Tancep kayon.

Editor: Red – Indo Swara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.