INDOSWARA – BOJONEGORO – Banyaknya masalah dalam pengerjaan proyek Bantuan Keuangan Desa (BKD) di Kecamatan Padangan Bojonegoro Menjadi perhatian khusus berbagai pihak. Selain terdapat monopoli proyek di delapan desa dari mantan camat Padangan, juga ternyata pemilik CV yang digunakan untuk mengerjakan proyek tidak tahu menahu.

Hal itu disampaikan oleh Iwan pemilik CV yang digunakan oleh Bambang selaku pihak kedua dalam pengerjaan proyek tersebut saat dihubungi via telpon whatsApp. Menurtnya bambang beberapa bulan lalu sempat meminjam profile Company CV miliknya, namun ia tak tahu menahu kalau CV yang dipinjam itu akan dipergunakan untuk pembangunan proyek BKD di delapan desa di kecamatan padangan. Ia mengaku baru mengetahui kalau CV miliknya dipergunakan bambang setelah pemberitaan sidak Wakil Bupati Bojonegoro Budi Irawanto beberapa waktu lalu (09/03/22)

memang beberapa bulan lalu bambang pernah meminjam profil company CV saya, tapi saya tidak tahu kalau CV saya digunakan untuk mengerjakan proyek BKD di kecamatan padangan, bahkan saya baru tahu setelah pak wabup melakukan sidak ke kecamatan padagan beberapa hari lalu“, ungkap iwan.

Ia mengaku tidak pernah melakukan tanda tangan kontrak dengan delapan desa penerima BKD di Kecamatan Padangan, namun anehnya terdapat tanda tangannya di kontrak kerja yang sedang digarap oleh Bambang, bahkan ia sempat menyamakan tanda tangan kontrak dengan tanda tangan kartu tanda penduduk (KTP) miliknya, anehnya terdapat perbedaan antara tanda tangan di kontrak kerja dengan tanda tangan di KTPnya.

karna saya penasaran, saya berusaha mencocokan tanda tangan atas nama saya dikontrak kerja dengan tanda tangan KTP saya, dan saya dapat memastikan itu bukan tanda tangan saya“, tambah iwan.

Di kecamatan padangan sendiri Bambang selaku pihak kedua mengerjakan delapan proyek BKD baik itu pembangunan jalan aspal maupun beton, untuk jalan aspal di kecamatan padangan bambang mengerjakan di Desa Cendono dengan anggaran sebesar Rp 1,739,100,000,00. Desa kebonagung Rp 668,910,000,00. Desa kendung dengan anggaran sebesar Rp 594,550,000,00. Desa kuncen dengan anggaran sebesar Rp. 1,189,100,000,00. Desa Ngeper dengan anggaran sebesar Rp 1,843,160,000,00.

Sementara untuk jalan beton bambang mengerjakan di Desa dengok dengan anggaran sebesar Rp 1,726,230,000,00. Desa prangi dengan anggaran sebesar Rp.2,330,350,000,00. Desa Purworejo dengan anggaran sebesar Rp 2,524,610,000,00. Desa Tebon dengan anggaran sebesar Rp 1,941,940,000,00. (mam/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.