Pewarta: Hening Bulan

Berita Sejarah (Indo Swara) – Ini ringkasan linimasa pendidikan di Indonesia.

Model pendidikan Gurukula pada zaman kerajaan Hindu-Buddha, diperkirakan berlanjut hingga zaman kerajaan Islam, berkembang di lembaga-lembaga seperti langgar, masjid, pesantren.

Dalam sistem pendidikan kuno itu para siswa belajar dari sang guru dan membantu sang guru dalam kehidupan sehari-harinya, termasuk melakukan pekerjaan dalam rumah tangga. Guru tidak menerima bayaran dari siswa yang belajar kepadanya, karena hubungan antara seorang guru dan siswanya dianggap sangat sakral.

Kedatangan Portugis, Spanyol, dan VOC, bersamanya ikut mewarnai pendidikan berdasarkan agama di Indonesia.

Berangkai ke zaman kolonial dan pergerakan nasional. Pemerintah kolonial membuat kebijakan pendidikan bagi Hindia Belanda yang berisikan dualistis diskriminatif. Artinya, sekolah dibedakan untuk anak pribumi, Belanda, dan Tionghoa, juga berdasarkan bahasa pengantarnya. Serta, sekolah dikelola sangat lamban (gradualis). Sedangkan kurikulum dan sistem ujian disamakan dengan standar negeri Belanda (konkordansi). Ini mendorong munculnya perguruan swasta yang militan demi perjuangan kemerdekaan.

Bergilir ke kurun pendudukan militer Jepang. Kala tentara Jepang menguasai Indonesia pendidikannya adalah, Kokumin Gakko atau sekolah rakyat, Shoto Chu Gakko atau sekolah menengah pertama, Koto Chu Gakko atau sekolah menengah tinggi dan Kagyo Gakko atau sekolah kejuruan.

Peserta didik pada waktu itu harus membantu Jepang dalam peperangan, sehingga anak-anak pribumi tidak bisa menghindar mengikuti latihan militer di sekolah.

Setelah Proklamasi Indonesia, Ki Hadjar Dewantara ditunjuk sebagai Menteri Pengajaran RI yang pertama oleh Presiden Soekarno. Meski jabatan itu diembannya hanya sebatas tiga bulan, yakni 2 September 1945 senggat 14 November 1945, ia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan di Indonesia.

Sebelumnya, ia mendirikan sebuah sekolah bernama Perguruan Nasional Taman Siswa atau bisa disebut Taman Siswa. Prinsip dasar dalam pendidikan Taman Siswa yang menjadi pedoman bagi seorang guru dikenal sebagai Patrap Triloka, mencakup unsur-unsur di depan memberi teladan, di tengah membangun kemauan, dari belakang mendukung.

Tanggal kelahiran Ki Hadjar Dewantara diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional.

(Diverifikasi dari berbagai sumber)

Editor: Red – Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *