INDOSWARA – BOJONEGORO – Sejumlah perangkat desa yang akan melakukan pendaftaran beasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, kaget melihat dua sarat pendaftaranya. Hal itu dikarnakan peserta wajib mencantumkan bukti bahwa mereka telah mengikuti akun media sosial milik bupati Bojonegoro Anna muawanah.

Hal itu disampaikan oleh salah satu perangkat desa yang akan mendaftarkan dirinya untuk mengikuti program RPL Desa yang tak mau disebutkan namanya. Ia kaget setelah melihat beberapa syarat yang harus dilakukan untuk mengisi formulir pendaftaran diantaranya harus melampirkan bukti telah mengikuti akun instagram dan chanel youtube bupati Bojonegoro Anna muawanah.

saya kaget melihat dua syarat yang harus dilampirkan untuk bisa daftar program beasiswa ini, tapi mau gimana lagi ya saya ikuti saja”, ungkap salah satu perangkat desa di Bojonegoro.

Menanggapi hal itu, sukur priyanto selaku wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Bojonegoro menyoroti dua syarat yang dianggap aneh ini, ia juga mempertanyakan alasan pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang mencantumkan dua syarat yang harus mengikuti akun instagran dan chanel youtub milik Bupati. Menurutnya hal itu terlalu memaksakan hak seseorang.

saya sangat mendukung program Beasiswa RPL ini, tapi kalo melihat syaratnya seperti itu kok agak aneh ya, seharusnya ya gak usah lah seperti itu, kalou kepemimpinya baik otomatis warga juga akan mengikuti akun medsos bupati tanpa harus dicantumkan dalam pendaftaran beasiswa seperti ini”, ungkap sukur. (mam/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.