Bojonegoro (Indo Swara) – Tebak gelap indikasi korupsi anggaran Porprov Bojonegoro 2019 sudah usai. Bakal tersangka, Dandi Suprayitno, yang sudah dicerca pertanyaan dalam penyelidikan jaksa buntutnya hanya dinyatakan melanggar administrasi.

“Sudah diselidiki oleh tim. Tidak ditemukan kerugian negara,” terang Kasi Pidsus Kejari Bojonegoro, Adi Wibowo (11/01/2021) lalu.

Lanjutan pemeriksaan mantan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olah Raga (Dispora) Bojonegoro itu diserahkan ke Aparatur Pengawas Internal Pemerintah (APIP) Inspektorat Bojonegoro, awal Desember 2020.

Berjalan cepat. Pada 22 Januari 2021, Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah menandatangani penetapan penjatuhan hukuman disiplin terhadap Dandi, berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama tiga tahun.

Dasar terbitnya keputusan Bupati Anna yang diterakan dalam surat Nomor: 882.3/16/412.301/2021, lantaran Dandi disimpulkan telah melakukan perbuatan penyalahgunaan wewenang.

Penyerta sebagai akibat turunnya pangkat tersebut, gaji pokok Dandi disusutkan dari Rp 4.463.000 menjadi Rp 4.281.800, terhitung mulai tanggal 1 Februari 2021.

Sekadar diketahui, saat ini Dandi masih menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro. Mengulang, dugaan korupsi kembali mencakot dirinya.

Pengungkapannya masih didalami Polres Bojonegoro. Ia membersamai sejumlah anggota DPRD Bojonegoro sudah dipanggil polisi guna dimintai klarifikasi terkait proyek di dinas pendidikan, berasal dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD setempat.

 

Pewarta: Agung DePe

Editor:Red – Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *