INDOSWARA – BOJONEGORO – Berdalih tak memiliki manfaat, kepala Desa Bakalan kecamatan Tambakrejo Bojonegoro dengan didampingi mantan kapolsek setempat meminta paksa sertifikat milik warganya yang telah meninggal dunia ke keluarga almarhum dan mengancam akan menuntut jika tidak diberikan.

Hal itu terjadi tahun lalu (07/11/2021) saat itu kepala Desa Bakalan Subari yang didampingi Mantan kapolsek Tambakrejo AKP Mujiono berkunjung kerumah wati (80) warga Desa setempat. Kedatangan kepala desa Subari bertujuan untuk meminta sertifikat tanah milik almarhum Sarif yang baru meninggal dunia. Wati sendiri merupakan adik dari Sarif yang memegang sertifikat dan merawat almarhum saat masih hidup hingga meninggal dunia.

Sang kades yang didampingi oleh mantan kapolsek langsung meminta sertifikat tanah dan mengancam akan menuntut keluarga wati jika tidak memberikan, karna takut dan tak berfikir panjang mbah wati pun memberikan sertifikat ke kepala desa. ” ya aku takut hingga gemetar soale pak kades dan pak polisi akan menuntut saya jika tidak diberikan“, ungkap wati.

Menanggapi kejadian itu supandi anak dari wati langsung meminta kembali sertifikat tanah yang dibawa oleh Kades Subari, namun sang Kades tidak memberikan dan berjanji akan mengumpulkan keluarga almarhum untuk membahas ahli waris tanah seluas 1847 meter persegi atas nama almarhum sarif. Kepala desa yang mengambil surat tersebut pun juga tidak memberikan alasan pasti mengapa sertifikat tanah diambil olehnya, namun menurut Supandi kini tanah tersebut telah digarap oleh salah satu perangkat desa yang dulu merupakan anak angkat dari almarhum sarip. ” kini sawah yang sertifikatnya diambil oleh kades digarap oleh peragkat desa yang dulu menjadi anak angkat almarhum, tapi sebelum meninggal almarhum telah berwasiat agar tanah itu di berikan ke mbah wati untuk biaya kematian almarhum“, ungkap Supandi.

Supandi juga menjelaskan bahwa almarhum memang memiliki anak angkat yang bernama Slamet Fauzi yang kini menjabat sebagai Kepala Dusun setempat, namun sejak tahun 2010 silam almarhum dimasa tuanya ikut hidup dirumah mbah wati yang merupakan adiknya hingga almarhum meninggal dunia.

Kini keluarga mbah wati berharap agar kepala desa mengembalikan sertifikat tanah milik almarhum sarif dan akan melaporkan kejadian ini kepihak berwajib karna telah merapas sertifikat miliki almarhum. ” kita berharap agar kepala desa mengembalikan sertifikat tanah milik mbah sarip, dan kita juga akan melaporkan perampasan ini kepihak berwajib”, tambah Supandi.

Sementara itu Kepala Desa Bakalan Subari, belum dapat dikonfirmasi baik ditemui di kantor kepala desa maupaun dikediamnya, dan bahkan dihubungi via telfon pribadinya juga tidak dapat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan.(mam/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.