Bojonegoro (Indo Swara) – Ada yang lebih penting mengungguli istilah tujuan, yakni proses.

Mengulik ulang mengapa nama Lalu M. Syahril Majidi bisa lolos tersortir menjadi Direktur Utama PT Asri Dharma Sejahtera (ADS) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro?

Bagaimana kredibilitasnya?

Sosok Syahril Majidi tercatat pernah mengedepani PT Jatim Investment Management (JIM) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jawa Timur yang hanya memporoti modal berasal dari APBD dan berujung gulung tikar.

Pembubaran PT JIM oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyusul dicabutnya izin operasional manajer investasi (MI) perusahaan itu oleh Otoritas Jasa Keuangan.

“Memang harus berhenti,” ujar Kepala Biro Perekonomian Pemprov Jatim M Ardi Prasetyawan, kala itu.

“Jatim Investment itu kan tugasnya mencari investor, selama ini tidak efisien,” jelas Gubernur Jawa Timur Soekarwo, di Gedung Grahadi (23/02/2015) lampau.

Terdapat sejumlah patokan untuk menduduki direksi BUMD, antara lain memiliki keahlian dan integritas. Sedangkan tahapan pemilahan, selain administrasi, terpenting adalah uji kelayakan dan kepatutan.

Kepala daerah melaksanakan penyaringan wawancara akhir terhadap calon anggota direksi, kemudian menetapkan satu calon anggota direksi terpilih untuk masing-masing jabatan anggota direksi. Apabila terdapat jabatan direktur utama, kepala daerah terlebih dahulu menetapkan calon direktur utama terpilih.

Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 37 Tahun 2018 menegaskan, seseorang dapat diangkat sebagai anggota direksi BUMD juga harus memenuhi pembatasan tidak pernah menjadi anggota direksi, dewan pengawas, atau komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan badan usaha yang dipimpin dinyatakan pailit.

Pasal 43, penilaian indikator terhadap calon anggota direksi dilakukan dengan memberikan pembobotan, utamanya meliputi pengalaman.

Pasal 44, menyebut bakal calon anggota direksi memiliki rekam jejak keberhasilan dalam pengurusan organisasi.

Nah! Tentu dalam hal ini seharusnya tidak berlaku bagi personal apkiran penangggung jawab pengusahaan pembiakan uang rakyat lalu mendapat cap benjut bukan?

Pewarta: Agung DePe

Editor: Red-Indo Swara/Agung DePe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *