Bojonegoro (Indo Swara) – Griya Dharma Kusuma (GDK) adalah hunian tamu berbayar yang komersialnya dikelola Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, bangkrut.

Bangunan mentereng dengan isi 42 kamar, berdiri sederet dengan gedung-gedung pusaran kekuasan Bojonegoro itu kedapatan sudah tanpa sinar listrik.

Boro-boro berlampu terang benderang, hasil audit yang dilaksanakan tim auditor Inspektorat Bojonegoro, menemukan keuangan GDK tahun 2020, dari sisi penghasilan sebesar berkisar Rp 772 juta.Timpangnya, untuk belanja operasional Rp 890 juta.

Miringnya pula, terjadi penjualan aset yang dilakukan oleh mantan Direktur PT. GDK Puri Wijaya, berupa mobil kijang Innova tahun 2015, kijang LGX tahun 2001, dan 25 unit lemari es minibar. Dari penjualan barang bekas milik GDK itu terkumpul uang sejumlah Rp 253 juta.

Gundukan hutang GDK, terhitung setahun, yakni 2019-2020 berbilang Rp 1,4 miliar.
Taksiran hutang belum beres berupa pajak Rp 227 juta, gaji karyawan Rp 365 juta, tagihan BPJS Rp 56 juta, ongkos kantor akuntan publik Rp 91 juta, berikut service charge (biaya pelayanan) Rp 230 juta.

“Banyak bukti yang tidak kuat karena para pegawai GDK sudah bubar, ditambah auditor tidak memperoleh keterangan dari mantan direktur,” kata Kepala Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Teguh Prihandono.

Gedung GDK diputuskan dibangun akhir tahun 2003, diresmikan tahun 2004, semasa kepemimpinan Bupati Santoso. Otak-atik pembaruan manajemen diteruskan Bupati Suyoto, kurun 2008 – 2018. Kini, giliran Bupati Anna, terlengar.

“Saya pengusul dibangunnya GDK,” tutur Anwar Sholeh, selaku Ketua DPRD periode 1999 – 2004.

“Kondisi keuangan GDK pernah sehat,” sebut Wahyu Setiawan, seorang mantan Komisaris GDK.

 

Pewarta: Agung DePe

Editor: Red – Indo Swara/Agung DePe

One thought on “Aih! Gilir Salin Tiga Bupati, Penginapan Milik Pemkab Masa Anna Remuk”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *